FLA Gelar Pertemuan Apresiatif Kabupaten


Ket.Gambar: Sekretaris Daerah Kab Gowa, Drs.H.Muh.Yusuf Sommeng,M.Si ketika meninjau pameran yang berlangsung ketika Pertemuan Apresiasif Kabupaten.

SUNGGUMINASA———Forum Lintas Aktor (FAK) gelar Pertemuan Apresiatif Kabupaten (PAK) di Aula SMKN2 Sombaopu, Kab Gowa, Rabu (15/6).  Pertemuan yang mengangkat tema “Menguatkan Aktor Demokrasi Menuju Tata Kepemerintahan Lokal yang Baik dan Demokratis di Kabupaten Gowa” ini dihadiri Sekretaris Daerah Kab Gowa, Drs.H.Muh.Yusuf Sommeng, M.Si, para kepala desa dan peserta pertemuan.

Pertemuan para aktor pembangunan ini tergabung dari 6 (enam) komponen organisasi yakni Yayasan Kesejahteraan Masyarakat (YKM), The Gowa Centre (TGC), Yayasan Pendidikan Lingkungan (YPL), Lembaga Bumi Indonesia (LBI), Yayasan Baruga Cipta (YBC) dan Yayasan Wahana Kesehatan Lingkungan (WaKIL). Pada pertemuan ini juga diadakan pameran rangkaian kegiatan yang telah dilakukan keenam organisasi tersebut.

Anggota FLA, Kaharuddin Muji menjelaskan tujuan pertemuan ini untuk meningkatkan komitmen serta rasa memiliki aktor perubahan pembangunan dari desa terhadap visi dan agenda kabupaten dalam meperkuat dan memperluas perubahan yang sudah dicapai. Selain itu juga, para aktor perubahan dari desa dapat merayakan keberhasilan yang telah dicapai atas perubahan terkait tata kepemerintahan lokal.

Dengan adanya PAK ini diharapkan para peserta dapat menilai pengembangan Tata Kepemerintahan Lokal yang Demokratis (TLKD) di tingkat kabupaten dan sejauhmana PAK sebagai forum untuk mereviw terwujudnya dan dapat menyusun strategi-strategi agar TLKD terus menerus berkembang.

Dalam sambutan tertulis Bupati Gowa yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Kab Gowa, Drs.H.Muh.Yusuf Sommeng,M.Si menjelaskan, berbagai isu dan permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian dan penanganan serius di masa mendatang yakni mengenai masalah kemiskinan dan partisipasi publik yang belum optimal. Belum optimalnya peran masyarakat baik secara individu maupun secara kelembagaan dalam proses pembangunan disebabkan oleh kapasitas kelembagaan masyarakat yang belum memadai.

Sejak 3 (tiga) tahun lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa telah membangun kemitraan dengan Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) dalam rangka pelaksanaan monitoring dan evaluasi serta pendampingan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan sesuai dengan kompetensi/bidangnya masing-masing. Berbagai rekomendasi yang diajukan oleh LSM tersebut menjadi bahan masukan dan kritikan yang sangat penting dan berharga untuk selanjutnya ditindaklanjuti oleh Pemkab gowa dalam bentuk kebijakan-kebijakan dan perbaikan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.(*)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

67 − = 65