Appasili Awali Prosesi Pembukaan Ekspedisi NKRI Tahun 2013


Ket Gambar: Bupati Gowa, h. Ichsan Yasin Limpo melakukan upacara adat Appasili mengawali Upacara Pembukaan Ekspedisi NKRI Koridor Sulawesi Tahun 2013. -Foto/Humas-

Sungguminasa —– Bupati Gowa, H. Ichsan Yasin Limpo selaku tuan rumah ekspedisi NKRI Koridor Sulawesi Tahun 2013 melaksanakan acara adat appasilli. Appassili yang merupakan adat budaya tolak balah dengan memercikkan air suci dan tabur beras dilaksanakan saat Upacara pembukaan Ekspesidi NKRI Koridor Sulawesi Tahun 2013 berlangsung di Lapangan Discovery Syekh Yusuf Sungguminasa Kab Gowa, Minggu (10/3).

Prosesi yang berlangsung dengan memercikkan air suci yang diambil dari Bungun Barania (sumur yang terdapat di Masjid Tua Katangka area makam Raja Gowa). Air ini percikkan ke perwakilan personel yang ikut dalam ekspesidi ini sebagai tanda agar mereka yang akan melakukan tugas mulia ini dapat melaksanakan tugas dengan lancar, aman dan berhasil.

Upacara Pembukaan dipimpin oleh Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Letjen TNI Moeldoko serta melibatkan 22.492 personil. Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Gubernur Sulselm H. Agus Arifin Numa’ng, Jajaran TNI-Polri serta Muspida dan pimpinan SKPD lingkup Pemkab Gowa.

Menurut Letjen TNI Moeldoko, ekspedisi ini akan menjelajahi pulau Sulawesi selama empat bulan kedepan. “Para peserta yang terlibat dari unsur TNI, Polri, mahasiswa dan pakar ahli dan peneliti akan meneliti keanekaragaman hayati seperti flora dan fauna, pemetaan wilayah serta menjangkau masyarakat yang tinggal di daerah terpencil,”saat membuka ekspedisi ini.

Ichsan Yasin Limpo sebagai tuan rumah sangat mengapresiasi kegiatan positif ini, “ hasil dari ekspedisi yang nantinya akan dibukukan dapat menjadi bahan refrensi bagi pemerintah daerah. Terutama untuk pemetaan kerawanan bencana, konfersi Sumber Daya Mineral dan keragaman Flora dan fauna. Bupati dan stakeholder dapat menggunakan menafaatkan hasil penelitian untuk mengimplemensikan perencanaan pembangunan dan pengoptimalan sumber daya mineral dan flora dan fauna di wilayahnya,” jelasnya saat dimintai pendapat mengenai kegiatan ekspedisi ini.

Ekspedisi di Sulawesi ada sembilan wilayah meliputi; Kab Kepulauan Sangihe Sulut, Kab Bone Bolango Gorontalo, Kab Minahasa Sulut, Kab Sigi Sulteng, Kab Luwuk Banggai Sulteng, Kab Mamuju Sulbar, Kab Gowa dan Tator Sulsel dan Kolaka Slutra. Nantinya hasil ekspedisi akan dibukukan, Ekspedisi ini diharapkan bisa mengulang sukses dua ekspedisi sebelumnya di Pulau Sumatera dan Kalimantan.

Upacara pembukaan juga turut dimeriahkan dengan demonstrasi terjun payung dari kopasus dan kostrad sebanyak 30 personel dan tarian adat dengan jumlah peserta 138 orang. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 + = 8