Ket.Gambar: Kepala Bagian Bina Wilayah, Hj Andi Nuraeni melakukan Sosialisasi Rencana Pembangunan Bendungan Karalloe di Kabupaten Gowa. -foto/humas-

SUNGGUMINASA—-Rencana pembangunan Bendungan Karalloe yang berlokasi di Kecamatan Tompobulu dan Biringbulu Kabupaten Gowa serta sebagian wilayah Kabupaten Jeneponto disosialisasaikan oleh Tim Persiapan Pengadaan Tanah yang dipimpin oleh Kepala Bagian Bina Wilayah, Biro Pemerintahan Umum Pemprov Sulsel, Hj Andi Nuraeni di Baruga Krg Pattingngalloang, Kantor Bupati Gowa, Jum’at (20/9).

Sosialisasi ini dihadiri Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Gowa H Masykur Mansyur, Asisten Bidang Pemerintahan Kabupaten Jeneponto Syamsuddin, perwakilan Kanwil BPN Sulsel Hamkan, PPK Pembangunan Bendungan Karalloe BBPJS Abd Rachman Rasjid, Camat Tompobulu dan Biringbulu beserta kepala desa dan kepala dusun.

Pembangunan Bendungan Karalloe ini telah memasuki tahapan persiapan tanah seluas ± 215 ha untuk Kabupaten Gowa meliputi wilayah Dusun Pa’lumpiang, Desa Garing dan Desa Datara di Kecamatan Tompobulu, Desa Tonrorita dan Desa Taring di Kecamatan Biringbulu, sedangkan untuk wilayah Kabupaten Jeneponto dipersiapkan tanah seluas ± 15 ha di Kelurahan Tompo Kelara.

Hj Andi Nuraeni mengatakan, Tim Persiapan Pengadaan Tanah Provinsi Sulsel akan melaksanakan pendataan awal lokasi yang akan digunakan sebagai data untuk melakukan konsultasi publik. “ Data tersebut meliputi daftar pihak yang berhak, letak tanah, perkiraan luas tanah dan gambaran umum status tanah,” jelasnya.

Bendungan yang pelaksanaan pengadaan tanahnya diperkirakan memakan waktu ± 6 bulan dan masa pembangunan selama ± 4 tahun ini nantinya diharapkan dapat dijadikan sebagai penyedia air irigasi, meningkatkan produktivitas pertanian dan menjadi sumber PAD bagi Kabupaten Gowa dan Jeneponto. “Bendungan ini juga bisa menjadi sarana dan tempat pariwisata serta menjadi tempat budi daya air tawar,” tambah Hj Andi Nuraeni.

PPK Pembangunan Bendungan Karalloe BBPJS Abd Rachman Rasjid menjelaskan, Bendungan Karalloe memiliki kapasitas tampung sebesar 39 juta m3 dengan kapasitas air efektif sebesar 29 juta m3 dan mampu menghasilkan 440 liter/detik air baku. “Dengan daya tampung sebesar ini diharapkan dapat mengairi persawahan seluas 10.000 ha di sekitar wilayah ini,” pungkasnya.(*)

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

48 − 44 =