Bupati Adnan Ajak Warga Gunakan Masker Kain dari Pengrajin Lokal

Salah satu masyarakat Kabupaetn Gowa saat menjahit masker kain

Humas, Gowa – Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengajak masyarakat di wilayahnya untuk mulai membiasakan diri mengenakan masker jenis kain saat beraktivitas di luar rumah selama masa pandemi virus corona atau Covid-19.

Pasalnya penggunaan masker kain dinilai efektif dalam menangkal virus sehingga sangat kecil terjadinya penularan. Selain itu penggunaan masker kain pun diharapkan diproduksi dari pengrajin lokal untuk memberdayakan mereka di tengah lesunya ekonomi selama wabah Covid-19 ini.

Ia mengakui, selama pandemi Covid-19 ini sektor ekonomi semakin menurun, olehnya upaya yang perlu diambil agar bisa memanfaatkan kondisi ini dengan menyelamatkan para pelaku usaha, salah satunya pengrajin masker kain harus dimanfaatkan.

“Kita tidak perlu jauh-jauh membeli masker kain, kalau di daerah kita juga ada pengrajinnya. Kita harus bisa memberdayakan mereka untuk menambah penghasilannya di tengah-tengah ekonomi yang lesu saat ini, tegas Bupati Adnan.

Sebelumnya, Bupati Adnan mengajak seluruh masyarakat yang ada di wilayah Kabupaten Gowa agar mengenakan ketika berada di luar rumah. Apalagi ajakan ini juga telah menjadi instruksi langsung Presiden RI, Joko Widodo  sekaligus anjuran dari organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO) guna mencegah penularan Covid-19.

“Awalnya memang kita diperintahkan penggunaan masker hanya bagi yang sakit saja, tapi sekarang tidak lagi. Alasannya karena ada individu yang terjangkit Covid-19 tapi tidak memiliki gejala klinis, jadi ini sebagai bentuk kita menjaga diri dari penularan virus,” ujar Bupati Adnan.

Sementara salah seorang pengrajin masker kain di Desa Sunggumanai, Kecamatan Pattallassang, Saryanto sangat menyambut baik ajakan Bupati Adnan untuk menggunakan masker kain dengan memanfaatkan pengrajin lokal.

Ia pun mengaku siap memproduksi masker kain jika memang ada permintaan dari masyarakat. Termasuk jika permintaannya dalam jumlah banyak.

“Saya bikin tergantung pesanan, tapi kadang saya bikin empat sampai 10 lusin per hari. Saat ini sudah ada sekitar 400 masker yang sudah saya buat,” katanya.

Pria berusia 34 tahun ini menyebutkan, saat ini pasaran masker kain miliknya sudah menjangkau di wilayah Kota Makassar selain di Kota Sungguminasa.

Untuk harganya, ayah empat orang anak ini mematok mulai Rp5.000,- hingga Rp10.000,- per lembarnya, tergantung model masker pesanan. Sementara untuk pengambilan dengan jumlah banyak, pihaknya juga memberikan harga khusus.

“Masker ini dari beragam jenis kain, seperti kain katun, sutra dan wol. Kita juga pake pelapis, kita juga bikin masker yang bisa dimasukkan tissue, ini yang harga Rp10.000,- per lembarnya. Untuk pengambilan banyak masih bisa turun harganya,” jelasnya.

Saryanto mengaku saat ini masker kain hasil buatannya tersebut sudah dipesan salah satu instansi di Pemkab Gowa yaitu Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Perdastri) Kabupaten Gowa. (JN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × = 28