Cakrawala

Ket.Gambar : Bupati Gowa, H Ichsan YL ketika memantau pabrik pengolahan getah pinus. -foto/humas-

SUNGGUMINASA—–Bupati Gowa, H Ichsan Yasin Limpo meresmikan Pabrik Pengolahan Getah Pinus yang didirikan oleh PT Adimitra Pinus Utama sekaligus melakukan Pelepasan Ekspor Perdana Minyak Turpentine, Kamis (15/10).

Peresmian pabrik yang berlokasi di Desa Nirannuang, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa ini juga dihadiri Wakil Bupati Jeneponto, H Mulyadi Mustamu, Kepala Dishutbun Kabupaten Jeneponto, Chaidir Lewang Karaeng Bulu, Dirut PT Adimitra Pinus Utama, Susanto Gunawan, jajaran forum koordinasi pimpinan daerah Kabupaten Gowa dan para pimpinan SKPD Lingkup Pemkab Gowa.

Direktur PT Adimitra Pinus Utama, Ivan Andri Mulya menjelaskan, sejak awal tahun 2007 lalu pihaknya telah memperoleh izin dari Pemkab Gowa untuk mengelola hutan pinus di Kabupaten Gowa selama 10 tahun. “Kami perhatikan Kabupaten Gowa ini memiliki potensi hutan pinus yang sungguh luar biasa sehingga mewajibkan kami untuk membangun pabrik Gondorukem dan Turpentin disini. Pabrik ini memiliki kapasitas 6.000 ton per tahun dan telah mencapai produksi sebesar 40 persen,” terangnya.

Pabrik yang merupakan satu-satunya pabrik getah pinus di Sulsel ini menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 500 orang dan tenaga ahli sebanyak 70 orang. “Dengan terbukanya lapangan pekerjaan ini maka masyarakat sekitar hutan dapat turut serta membantu Dinas Kehutanan dan Perkebunan dalam pengamanan hutan baik dari ilegal logging maupun dari kebakaran hutan dan memberikan nilai tambah bagi pendapatan daerah,” harap Ivan Andri Mulya.

Sementara itu, Bupati Gowa disela-sela pelepasan 70 ton ekspor turpentine ke India mengajak Pemkab Jeneponto untuk bekerja sama dalam pengolahan getah pinus mengingat kabupaten tersebut memiliki hutan pinus seluas 400 ha, begitu juga dengan daerah lain seperti Tana Toraja, Soppeng, Maros dan Bone untuk ikut mengelola bersama pabrik ini. “Pabrik semacam ini hanya ada dua di Indonesia, di Trenggalek dan Kabupaten Gowa. Saya harap kita bisa bekerjasama dengan Pemkab Jeneponto sehingga kapasitas produksi bisa lebih besar lagi,” pesan bupati dua periode ini.

Ichsan juga berharap agar PT Adimitra Pinus Utama bisa dikembangkan dan didorong untuk mengelola kekayaan alam utamanya getah pinus di Kabupaten Gowa. “Kalau bisa jangan diekspor bahan mentah tapi kita olah kembali bahan tersebut menjadi bahan siap pakai seperti, cat, tinta, lem, ban, balsem dan lain sebagainya sehingga dapat memberika multiplayer efek bagi masyarakat di sekitarnya,” harapnya.(*)

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

68 − 62 =