DPRD Tabalong Pelajari Agrobisnis di Gowa

Para anggota Komisi II dan Komisi III DPRD Kab Tabalong, Kalsel melakukan kunjungan kerja di Kab Gowa. –foto/humas-

SUNGGUMINASA—- Wakil Bupati Gowa, H Abd Razak Badjidu menerima kunjungan kerja (kunker) DPRD Kab Tabalong, Kalimantan Selatan. Rombongan ini diterima di Baruga Karaeng Patinggaloang, Kantor Bupati Gowa, Selasa (26/7). Penerimaan kunker turut dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra H Usman Tate dan para pimpinan SKPD lingkup Pemkab Gowa.

Rombongan yang merupakan Komisi II yang membidangi pertanian dan Komisi III yang membidangi ekonomi pembangunan DPRD Kab Tabalong berjumlah 30 orang ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD, H Tarsi. “Tujuan kunjungan kerja kami untuk mempelajari dan menggali informasi mengenai pengelolaan agrobisnis untuk komoditi sayuran dan buah-buahan serta perencanaan daerah yang diterapkan Pemerintah Kab Gowa,” ujar H Tarsi.

Wakil Bupati Gowa H Abd Razak Badjidu menjelaskan, pengembangan komoditi sayuran dan buah-buahan memberikan sumbangan yang cukup berarti bagi sektor pertanian maupun perekonomian nasional. Usaha agrobisnis untuk komoditi sayuran dan buah-buahan merupakan sumber pendapatan tunai bagi petani dan masyarakat di Kab Gowa.

Di Gowa telah dilakukan penangkaran benih untuk tanaman kentang dan wortel di kecamatan Tinggimoncong dan Tombolo Pao serta jenis sayuran lainnya. Sementara untuk buah-buahan di daerah ini terkenal dengan markisa Malino dan rambutan Bilibili, dimana kedua buah ini selalu menjadi oleh-oleh bagi wisatawan yang datang di Gowa.

Selani itu, kondisi alam Gowa yang memiliki tipe iklim C dan D serta suhu udara di dataran tinggi berkisar 18-21 derajat Celsius menjadikan kabupaten Gowa sebagai daerah penyangga komoditi sayuran dan buah-buahan di Sulawesi Selatan, bahkan hasil pertanian dari Gowa sering diantarpulaukan untuk memenuhi kebutuhan terhadap sayuran dan buah-buahan.

Kunker ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mentransformasikan gagasan tentang Kab Gowa dalam pengembangan sektor ekonomi dan pertanian.(*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 + 1 =