Metode IPAT-BO Dukung Peningkatan Produksi Padi

Ket.Gambar: Kadis Pertanian Prov Sulsel H Luthfi Halide, Danrem 141/Toddopuli Kol Inf Afanti S.Uloli dan Wabup Gowa H Abbas Alauddin melakukan panen perdana padi di Kelurahan Mawang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. -foto/humas-

SUNGGUMINASA—-Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Gowa selalu siap mendukung program peningkatan produksi pertanian baik dari Pemerintah Provinsi maupun dari Pemerintah Pusat. Hal ini diutarakan Wakil Bupati Gowa, H Abbas Alauddin pada acara Panen Raya Komoditi Padi Program Ketahanan Pangan Kerjasama Kodam VII Wirabuana dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di Wilayah Kabupaten Gowa Tahun 2013.

Panen raya yang berlangsung di Kelurahan Mawang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Jum’at (13/9) ini turut dihadiri Danrem 141/Toddopuli Kolonel INF Afanti S. Uloli, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sulsel Luthfi Halide, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Gowa Asriawan Umar, Dandim 1409 Gowa Letkol CZI Galih Suhendro beserta jajarannya dan para Kelompok Tani.

Wakil Bupati Gowa, H Abbas Alauddin mengatakan, Pemerintah Kabupaten Gowa selalu mencari terobosan baru untuk meningkatkan produksi petani seperti percontohan Metode IPAT-BO sejak tahun 2008 sampai saat ini petani masih menerapkannya. “Produksi padi di Kabupaten Gowa rata-rata baru mencapai 6,00 ton/ha Gabah Kering Giling (GKG) namun dari hasil ubinan program peningkatan mutu produk pertanian melalui kegiatan pelaksanaan SL-PTT sudah bisa mencapai 6-7 ton/ha GKG dengan menggunakan benih bermutu dan pemupukan berimbang melalui Metode IPAT-BO,” paparnya.

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sulsel, Luthfi Halide menjelaskan, Sulawesi Selatan selalu berupaya menjadi penopang atau pilar utama Indonesia dalam hal penyediaan pangan khususnya beras, terbukti surplus beras pada tahun 2012 sebesar ± 2.115.698 ton atau naik 14,48% dibanding surplus beras tahun 2011 sebesar ± 1.848.024 ton. “Khusus Kabupaten Gowa berdasarkan angka tetap tahun 2012 luas tanam 58.874 ha, luas panen 57.275 ha, provitas 46,22 ku/ha dan produksi 272.123 ton, sedangkan sasaran tahun 2013 luas tanam 53.381 ha, luas panen 51.246 ha, provitas 63,61 ku/ha, produksi 325.974 ton, “ beber Luthfi Halide.

Sementara itu, Danrem 141/Toddopuli Kolonel INF Afianti S. Uloli mengungkapkan, salah satu varietas unggul padi yang banyak diminati petani adalah Cigeulis. “Keberhasilan panen padi varietas unggul cigeulis yang diprediksi dapat memberikan hasil 8 ton/ha ini tidak lepas dari upaya maksimal dari segenap kelompok tani di wilayah ini, yang dibantu prajurit Kodim 1409/Gowa serta partisipasi dan kerjasama dari semua pihak,” terangnya.

Panen yang dilakukan ini telah melalui 2 (dua) tahapan yakni hambur pada 19 Mei 2013 dan tanam pada 9 Juni 2013 dengan menggunakan Metode IPAT-BO yang mengurangi penggunaan air menghasilkan 25 anakan, 150 rumpun dan rata-rata 258 butir.

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Gowa Asriawan Umar menjelaskan, panen ini berhasil memproduksi beras sebesar 7,1 ton/ha dengan harga Rp 3.300,-/kg jadi didapatkan penghasilan sebesar Rp 23.432.000,- dan dikurangi biaya tenga kerja, benih dan pupuk. “Sekali panen petani dapat meraih penghasilan bersih sekitar Rp 17.515.000,- untuk 4 (empat bulan),” katanya.

Pada kesempatan ini, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sulsel, Luthfi Halide menyerahkan secara simbolis bibit buah semangka kepada Wakil Bupati Gowa, H Abbas Alauddin.(*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 + 7 =