DWP Gelar Seminar Anti kekerasan

Rasul

GOWA, BKM– Ketua TP PKK Kabupaten Gowa, Hj Novita Ichsan YL menegaskan dua hal penting dalam penanganan Gerakan Nasional Anti Kekerasan Seksual terhadap Anak (GN-AKSA). Dua hal penting dimaksud yakni upaya pencegahan terjadinya tindak kejahatan seksual terhadap anak dengan sasaran pencegahan kepada anak-anak, pelajar dan mahasiswa sedini mungkin serta upaya pemberantasan yang ditujukan kepada pelaku tindakan kejahatan seksual dengan menghukum pelaku seberat-beratnya dan bila pelakunya masih berusia naka maka harus menjalani rehabilitasi sebagai langkah terbaik.

Hal itu disampaikan Novita saat membuka seminar sehari bertajuk GN-AKSA yang digelar Badan Keluarga Berencana-Pemberdayaan Perempuan (BKB-PP) Gowa bekerjasama PKK dan DWP Kabupaten Gowa, di Baruga Tinggimae rujab Bupati Gowa, Rabu (17/12) pagi kemarin.

Diakui Novita, kekerasan terhadap anak di Indonesia termasuk di daerah Gowa sendiri bukan hal mustahil tidak akan terjadi. Pengaruh lingkungan dan budaya modernisasi telah banyak mempengaruhi kondisi tersebut. Kekerasan demi kekerasan akan muncul silih berganti dengan motif dan modus operandi bermacam.

”Korban anak-anak kita diperdaya masuk perangkap pelaku pedofilia yang ujung-ujungnya karena nafsu. Iming-iming pastilah akan membuat anak-anak kita lengah dan tak dapat kitasangkali bahwa kekerasan anak ini bisa berakhir tragis dengan kematian sadis. Karena itu marikita hentikan itu dengan upaya-upaya efektif pengentasan dan pemberantasan,” kilah istri H Ichsan Yasin Limpo ini.

Novita juga menegaskan penyelesaian kasus kekerasan terhadap anak dengan cara berdamai sebaiknya ditiadakan. Kalaupun toh akhirnya pelaku harus bertanggungjawab dengan menikahi korbannya, maka proses pidananya harus terus berjalan jangan dihentikan saat ada kata damai.

”Kita juga meminta agar dunia usaha seperti media massa, penyelenggara jasa internet diminta bisa membendung arus pornografi dan konten-konten porno di dunia maya sebab media inilah salah satu pemicu munculnya kasus-kasus kekerasan seksual kepada anak,” tambah Novita. (sar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

36 + = 38