Pemkab Gowa Terima Kedatangan Eks Gafatar
Mantan eks Gafatar asal Kabupaten Gowa diterima langsung oleh Sekda Gowa, H Muchlis. -foto/humas-

SUNGGUMINASA—-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa menerima kedatangan 27 orang mantan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang merupakan warga Kabupaten Gowa. Kedatangan eks Gafatar dari Kalimantan Timur ini diserahkan langsung oleh perwakilan Tagana Gowa, Dedi Sugiawan di Gedung Balai Diklat Kabupaten Gowa, Kamis (28/1).

Para eks Gafatar yang diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kab Gowa, H Muchlis ini terdiri dari 16 orang laki-laki dan 11 orang perempuan yang berasal dari enam kepala keluarga dan empat kecamatan yaitu Kecamatan Somba Opu  Bontonompo, Bontomarannu dan Manuju.

Penerimaan tersebut turut dihadiri Kasdim 1409, Mayor ARM Nurdin, Kasat Intelkam Polres Gowa, AKP Surahman, Kasat Intelkam Kejaksaan Negeri Sungguminasa, Ilham, Kasie Binmas Masy. Islam Kantor Kementrian Agama Kab Gowa, H Mujahid Dahlan, Kasubag Tata Usaha Kantor Kementrian Agama Kab Gowa, H Jamaris Halik, Kepala Dinsosnakertrans Kab Gowa, H Syamsuddin Bidol, Kepala Bakesbangpol Kab Gowa, Kamaluddin Serang dan Camat Manuju, Tajuddin Dolo.

Salah satu eks Gafatar asal Bontomarannu, Abdul Rahman Bundu mengatakan, dirinya telah bergabung di Gafatar sejak tahun 2011 atas ajakan saudara lelakinya. “Saya tertarik bergabung disini karena aksi-aksi sosial yang dilakukan seperti donor darah, tanggap bencana dan gotong royong serta aksi kemanusiaan,” jelas pria berusia 24 tahun ini.

Abdul Rahman menambahkan, selama empat bulan berada di Kaltim dirinya banyak mendapat pengalaman berharga utamanya  program kedaulatan pangan yang nantinya bisa diterapkan kembali di kampung halamannya. “Setelah Gafatar ini dibubarkan, kami akan kembali melanjutkan program kedaulatan pangan yang telah kami peroleh selama disana sebab kami akan kembali bertani,” tambah Rahman yang sebelumnya berprofesi sebagai petani.

Sementara itu, Sekda Gowa yang menyambut hangat kedatangan eks Gafatar ini berharap agar para eks Gafatar senantiasa memelihara kerukunan, kekompakan dan kerjasama sekembalinya di masyarakat dan lingkungan. “Jangan sampai ada pikiran kita semua dikembalikan untuk ditekan tetapi kita semua dikembalikan seperti sedia kala di masyarakat serta pilihan ada pada kita semua untuk memilih organisasi yang tepat yang berorientasi lebih mendekatkan diri pada Allah SWT dan mensejahterahkan anggotanya,” pesan Muchlis.

Muchlis juga berharap agar para eks Gafatar tidak sungkan untuk meminta bimbingan dari para aparat dan pekerja sosial yang akan mendampingi mereka ketika mereka kembali ke masyarakat seperti sedia kala dalam melanjutkan kehidupan mereka sehari-hari pasca dibubarkannya organisasi yang selama ini menjadi tempat mereka bernaung.(*)

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

62 − 53 =