Penutupan TMMD Ke-69
Bupati Gpwa, Adnan Purichta Ichsan YL menyerahkan bantuan Sembako kepada masyarakat saat penutupan TMMD Tahun 2016 di Sapaya, Kecamatan Bungaya. -foto/humas-

SAPAYA—–Pengabdian TNI/Polri di tengah masyarakat dalam bentuk karya nyata yang dahulu dikenal dengan ABRI Manunggal Rakyat, kini telah memasuki usia 35 tahun dan tradisi ini terus berlanjut dengan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Operasi terkait tugas pengabdian itu juga berlangsung sebulan lebih di Kecamatan  Bungaya, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), 150 personil gabungan TNI dan Polri bersama masyarakat bahu-membahu membangun infrastruktur desa, operasi ini berakhir, Rabu (1/6) di Desa Sapayya.

“Program ini telah berlangsung selama kurang lebih 35 tahun dan sangat nyata dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Program TMMD masih sangat dibutuhkan karena sebagian besar wilayah Indonesia merupakan daerah pedesaan,” kata Panglima Kodam VII/Wirabuana dalam sambutan penutupan TMMD ke 69 tahun 2016 yang dibacakan Kepala Staf Kodam VII/Wirabuana, Brigjen TNI Supartodi di Lapangan Sepakbola Bungaya, Rabu (1/6).

Hadir Bupati Gowa, Adnan Purichta IYL bersama wakilnya, Abd Rauf Mallaganni, Komandan Kodim (Dandim)  1409 Gowa, Letkol Inf Willy Brodus Yos Rohadi, jajaran Satuan Kerja Perangkat  Daerah (SKPD, unsur pemerintah setempat dan tokoh masyarakat..

Gabungan TNI/Polri dan masyarakat membentuk Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), terdiri dari 86 personil Kodim 1409, 18 personil Batalyon Infantri (Yonif) 726, TNI AU 5 personil, 5 personil Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal), Polri 10 personil, selebihnya masyarakat, menyebar di 11 lokasi pekerjaan fisik.

Supartodi mengucapkan terima kasih kepada semua pihak dan elemen masyarakat yang telah membantu secara moril dan materiil karena  kurang lebih satu bulan lamanya para prajurit,  pemerintah daerah dan segenap komponen masyarakat telah bekerjasama dengan penuh kebersamaan menyelesaikan program TMMD Ke 69.

Kebersamaan ini merupakan sinergitas yang positif dalam mengatasi permasalan termasuk membantu pemda dalam menyiapkan dan memperbaiki infrastruktur serta mengakselerasi program pemerintah daerah yang sangat dibutuhkan masyarakat demi lesejahteraan bersama, katanya.

Sebagaimana kita ketahui bahwa program TNI Manunggal Membangun Desa telah dimulai sejak tahun 1980 an dengan sebutan program Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) masuk desa (AMD). Ada 33 sasaran fisik  yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, 11 sasaran yang terdapat di Gowa berupa pembangunan infrastruktur, diantaranya pembangunan sarana transportasi, pengaspalan, pembuatan dan rehabilitasi jembatan.

Selain itu terdapat sasaran non fisik berupa penyuluhan kepada masyarakat tentang wawasan kebangsaan, bahaya narkoba, terorisme, penanggulangan bencana alam, pertanian, perikanan, kb dan kesehatan.

Diakhir kegiatan tersebut Kodam VII Wirabuana memberikan bantuan kepada dua ratus paket sembako kepada masyarakat, dan bantuan sarana olah raga serta buku bacaan, disamping itu ada pula penyerahan piagam penghargaan TMMD serta hadiah kepada para jurnalistik yang memenangkan lomba penulisan tentang TNI Manunggal Membangun Desa.

Bupati Gowa, Adnan Purichta IYL atas nama pemerintah dan masyarakat sangat mengapresiasi pengabdian TNI/Polri yang telah bekerja sama masyarakat membangun infrastruktur dan memotivasi kehidupan rakyat pedesaan.

Adnan berharap operasi tersebut tetap dapat terlaksana di Gowa pada tahun mendatang dan Gowa menjadi salah satu daerah sasaran.

“Kami berharap TMMD mendatang masih menjadikan Gowa sebagai sasaran, masyarakat selalu merindukan pengabdian TNI/Polri, katanya.(***)

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

57 + = 62