Gowa dan Sampoerna Bermitra Pada Bidang Pendidikan

MoU Antara Pemkab Gowa dan Sampoerna
Pemkab Gowa dan Putra Sampoerna Foundation menandatangani kerjasama pemberian beasiswa kepada siswa-siswi terbaik Kabupaten Gowa. -foto/humas-

JAKARTA——Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan YL bersama  Direktur Fundraising Putra Sampoerna Foundation, Ari Kunwidodo menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) guna pemberian beasiswa bagi anak-anak Gowa. Penandatangan berlangsung Rabu, (23/3) di Sampoerna Strategic Square.

Nota kesepakatan ini berisikan kerja sama antara pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Gowa dengan Putra Sampoerna Foundation (PSF) yang akan memilih 10 siswa-siswi terbaik di Gowa untuk mengikuti inovasi pendidikan Sampoerna. Masing-masing 5 (lima) pelajar akan didanai oleh Pemkab Gowa dan PSF untuk mengikuti program selama 5  (lima) tahun.

Mereka yang terpilih nantinya akan mengikuti pendidikan di Sampoerna Academy Boarding School di Bogor  dan akan mulai pada tahun ajaran 2016, kemudian akan lanjut ke Sampoerna University dengan pilihan jurusan teknik mesin atau teknik industri.

Adnan Purichta Ichsan sebelum penandatanganan menantang PSF untuk memberi kesempatan yang lebih banyak bagi anak-anak Gowa untuk ikut dalam program ini. “Saya berharap Putra Sampoerna Foundation memberi kesempatan lebih dari 5 siswa. Pemkab Gowa akan mendukung sepenuhnya dan kerjasama ini tidak cuma untuk ini saja namun berkelanjutan,” dihadapan Ketua DPRD Kab Gowa, H Abzar Zainal Bate dan Kepala Dikorda Kab Gowa, H Idris Faisal Kadir serta beberapa pimpinan SKPD Lingkup Pemkab Gowa yang turut hadir dalam pertemuan ini.

Program  yang dibuat oleh PSF merupakan program 5 (lima) tahun untuk merekrut putra-putri lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Merupakan upaya percepatan untuk menciptakan insinyur-insinyur handal dengan kompetensi internasional. Selama kurun waktu 5 (lima) tahun diharapkan mampu mencetak insinyur untuk memenuhi permintaan pasar yang tinggi terutama dalam era Masyarakat Ekonomi Asia (MEA).

Menurut Arie Kunwidodo, “Tenaga yang dibutuhkan yang memiliki leadership, daya saing global dan keterampilan STEAM (Sains, Technology, Enginner, Art and  Match). Hasil mapping tahun 2020 kita membutuhkan 175 ribu insinyur sedangkan kita hanya mampu menghasilkan 42 ribu untuk proyek infrastruktur Indonesia . Ketimpangan ini  menyebabkan tenaga asing akan menyerbu negara kita,” jelasnya.

Pelajar Gowa sangat beruntung dengan terciptanya kerjasama antara Pemkab Gowa dan PSF. Kerjasama yang dijalin Pemkab Gowa merupakan pertama di wilayah Sulsel. Selama ini kerjasama Yayasan Sampoerna telah terjalin dengan BUMN, perusahan swasta dan Pemkab di beberapa daerah di Indonesia.

Tim Sampoerna bersama Dinas Pendidikan, Olahraga dan Pemuda (Dikorda) Kabupaten Gowa akan memulai tahap sosialisasi di Gowa pada 28 Maret mendatang. Mereka yang diberi kesempatan ikut seleksi merupakan pelajar SMP kelas 3 dengan nilai rata-rata 8 (delapan). Seleksinya terdiri dari seleksi dokumen, akademik, wawancara dan Focus Group Disscusion (FGD). Pengumuman mereka yang berhak ikut program ini sebelum pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMP.

Beasiswa yang diberikan merupakan beasiswa penuh, mereka kelak yang terpilih bukan sekadar di dukung kompetensi namun juga memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar. Pelajar akan diasramakan di boarding school milik PSF di Bogor dan akan belajar bersama dengan anak-anak dari provinsi lainnya dari seluruh Indonesia. Bahkan biaya transportasi pulang ke kampung halaman selama 2 (dua) kali dalam setahun masuk dalam tanggungan beasiswa ini. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

62 − 52 =