Pemkab Dukung Rencana Renovasi Mesjid Agung Syekh Yusuf

Audiens Pengurus Yayasan Mesjid Agung Syekh Yusuf
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan YL didampingi Wakil Bupati Gowa, H Abd Rauf Malagani memperhatikan plan pembangunan dan renovasi Mesjid Agung Syekh Yusuf. -foto/humas-

SUNGGUMINASA—-Kondisi Mesjid Agung Syekh Yusuf Kabupaten Gowa yang sangat memprihatinkan, mendorong para pengurus Yayasan Mesjid Agung Syekh Yusuf Kabupaten Gowa untuk melakukan renovasi berat terhadap mesjid kebanggaan orang Gowa tersebut.

Hal ini diutarakan, Ketua Umum Yayasan Mesjid Agung Syekh Yusuf, H Mapparesa Tutu ketika melakukan pertemuan dengan Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan YL di ruang kerja Bupati Gowa, Selasa (22/3) pagi bersama para pengurus yayasan lainnya seperti H Djabbar Hijaz, H Hanabi Rizal dan H Malingkai Maknun.

“Kami mengharapkan Bupati untuk bersama-sama dengan yayasan, masyarakat dan pemerintah daerah untuk merenovasi kembali mesjid yang menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Gowa ini,” jelas Mapparesa Tutu sambil memperlihatkan plan pembangunan dan renovasi Mesjid Agung Syekh Yusuf yang memiliki estimasi anggaran sebesar 9,9 milyar rupiah.

Terkait maksud pembangunan dan renovasi mesjid tersebut, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan YL yang didampingi Wakil Bupati Gowa, H Abd Rauf Malagani, Ketua DPRD Kab Gowa, H Anzar Zainal Bate dan Kepala Dinsosnakertrans Kab Gowa, H Syamsuddin Bidol menyambut positif kunjungan para pengurus yayasan tersebut.

Bahkan, Adnan mengutarakan kesediaan pemerintah daerah untuk memberikan bantuan atas pembangunan dan renovasi Mesjid Agung Syekh Yusuf. “Pemerintah Kabupaten Gowa akan berikan bantuan hibah yang besarnya akan disesuaikan dengan keuangan daerah,” ungkap Bupati termuda di Kawasan Timur Indonesia.

Bupati juga berharap agar momentum renovasi mesjid dapat berlangsung pada puncak Peringatan Hari Jadi Gowa untuk dikembalikan sejarah mesjid ini yang diresmikan tepat pada puncak Peringatan Hari Jadi Gowa. “Mesjid Agung Syekh Yusuf ini tidak sama dengan mesjid-mesjid di Kabupaten/Kota lain karena bukan pemerintahnya yang membangun melainkan pihak ketiga dan dikelola oleh pihak yayasan bukan pemerintah daerah,” tegas Adnan menutup pertemuan.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

+ 64 = 71