Pembinaan Anak Di Gowa Melalui Pendidikan

SUNGGUMINASA——Di Kabupaten Gowa, pembinaan anak dilakukan melalui jalur pendidikan yang diawali sejak tahun 2005 dengan didirikannya Sanggar Pendidikan Anak Shaleh (SPAS) oleh Bupati Gowa di setiap desa dan kelurahan di masing-masing kecamatan dilanjutkan dengan Program Pendidikan Gratis hingga Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan (SKTB).
Hal ini dipaparkan oleh Wakil Bupati Gowa, H Abbas Alauddin ketika menerima rombongan Tim Pengembangan Jejaring dan Kerjasama Dalam Membangun Sistem Layanan Terpadu Bagi Anak dan Keluarga Kementerian Sosial (Kemensos) RI dan Unicef, di Ruang Rapat Wakil Bupati, Kamis (30/10).

Abbas Alauddin mengatakan, Pemkab Gowa memiliki Peraturan Daerah (Perda) terkait perlindungan anak dan keluarga dari kekerasan yakni Perda No.9 tahun 2009 tentang Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. “Pemerintah sangat serius dan sungguh-sungguh dalam membina dan mendidik anak-anak karena anak-anak inilah merupakan masa depan kita,” jelas Abbas Alauddin ketika memaparkan tentang kondisi layanan anak di daerahnya.

Abbas Alauddin menambahkan, keberadaan wadah P2TP2A atau Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak di Kabupaten Gowa tentunya sangat membantu masyarakat. “P2TP2A ini merupakan tempat pengaduan, pendampingan, pelayanan medis, pelayanan hukum dan pelayanan sosial lainnya,” jelasnya dihadapan Ketua P2TP2A, Hasniati Hayat yang juga turut hadir menerima rombongan tim tersebut.

Tim yang dipimpin oleh Kepala Badan Pendidikan dan Penelitian Kesejahteraan Sosial (Badiklit Kesos) Kemensos RI, Mu’man Nuryana yang didampingi Kepala Balai Besar Diklit Kesos Sulsel, DR Abdul Hayat dan Perwakilan Kantor Unicef Makassar, Tria Amelia memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemkab Gowa karena segala informasi yang tim ini inginkan telah diperoleh melalui paparan dari Wakil Bupati Gowa. “Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan pelayanan terpadu terhadap anak dan keluarga dengan adanya kebijakan hukum melalui Perda yang telah dikeluarkan pemerintah disini,” ungkapnya.

Kepala Badiklit Kesos ini bahkan mengajak Pemkab Gowa untuk ikut berpartisipasi dalam workshop yang akan digelar oleh Kemensos RI bekerjasama dengan Unicef pada 31 Oktober hingga 1 November di Makassar. “Kami ingin mengajak Bupati Gowa untuk bergabung dalam menyampaikan kebijakan pemerintah daerah dalam upaya perlindungan anak,” ajaknya kepada Pemkab Gowa.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 6 = 4