Pemkab Gowa Fokus Tekan Inflasi Jelang Ramadhan

High Level Meeting
Sekda Gowa, H Muchlis membuka secara resmi rapat High Level Meeting TPID Kabupaten Gowa. -foto/humas-

SUNGGUMINASA—–Menjelang Ramadhan, kenaikan harga komoditas menjadi pusat perhatian pemerintah. Maklum saja, kenaikan harga barang dalam periode yang panjang akan mempengaruhi inflasi.

Hal ini dibahas oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Gowa bersama stakeholder terkait pada rapat High Level Meeting yang berlangsung di Baruga Karaeng Pattingngalloang, Kantor Bupati Gowa, Selasa (23/5).

TPID Kabupaten Gowa disebut-sebut sebagai salah satu TPID terbaik di Indonesia, hal ini dibuktikan dengan diundangnya Pemkab Gowa ke Istana Presiden beberapa waktu yang lalu.

“Alhamdulillah Gowa pernah diundang bertemu dengan pak Jokowi di Istana, bahkan beliau berpesan kepada daerah lain untuk mencontoh TPID Gowa dalam mengendalikan inflasi,” ungkap Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, H Muchlis saat membuka rapat bersama Deputi Direktur Bank Indonesia Sulsel, Ariyo Sutiyoso, Perwakilan Pertamina, Perwakilan TPID Kabupaten Enrekang, Perwakilan TPID Kabupaten Takalar, para pelaku usaha dan para kepala pasar.

Deputo Direktur Bank Indonesia Sulsel, Ariyo Sutiyoso mengatakan, Kabupaten Gowa, Takalar, Pangkep dan Enrekang adalah daerah yang berada pada zona yang sama yakni Zona Makassar, semuanya dikelompokkan karena alur perdagangan komoditas utama seperti sayur, bawang, ikan, dan sebagainya, zona ini memberikan peran besar terhadap inflasi Sulawesi Selatan.

“Pada tahun 2016, inflasi Makassar tercatat 3,18% menurun dibandingkan tahun 2015 (5,18)%. Inflasi Makassar memberikan andil 78,12% inflasi Sulawesi Selatan,” terangnya dihadapan para perwakilan OPD lingkup Pemkab Gowa.

Sementara, periode inflasi tinggi biasanya di awal Ramadhan dan periode inflasi rendah setelah Idul Fitri. Penyumbang inflasi adalah beras, ikan bandeng (bolu), ikan layang, ikan teri, ikan cakalang, daging sapi, sayur kangkung, cabe rawit, bawang putih, dan daging ayam.

Menanggapi hal tersebut, Sekda Gowa, H Muchlis menjelaskan bahwa biasanya kenaikan sayuran di Kabupaten Gowa disebabkan oleh pengiriman komoditas tersebut ke luar Pulau Sulawesi. “Sistem kontrak yang dilakukan perusahaan dengan petani membuat pasokan sayur dan kentang biasanya berkurang di pasaran, kebanyakan dikirim ke luar pulau Sulawesi,” tutur Ketua TPID Kabupaten Gowa ini.

Dalam pertemuan kali ini, Pertamina berjanji bahwa pasokan Elpiji dan BBM akan lancar dan aman. “Khusus Ramadhan Kita menambah pasokan Elpiji 8 %, begitu pula pada sektor BBM akan aman pasokannya”, tutur Deni Hamdani, perwakilan Pertamina yang turut hadir pada rapat tersebut. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 + 2 =