Permandian Je’netallasa, Ramaikan Destinasi Wisata di Gowa

Permandian Je'netallasa
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menandatangani prasasti Peresmian Permandian Je’netallasa. -foto/humas-

SUNGGUMINASA—–Permandian Je’netallasa yang berlokasi di Desa Paraikatte, Sileo II, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa menambah deretan destinasi wisata di Kabupaten Gowa.

Permandian yang berdiri di atas lahan seluas 20 hektar milik pengusaha Desa Paraikatte, H Baharuddin Lebe Dg Ngampang ini diresmikan oleh Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, Selasa (20/12).

Turut hadir dalam peresmian tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Gowa, H Anzar Zaenal Bate, Dandim 1409/Gowa, Letkol INF Willy Brodus Yos Rohadi, Mantan Bupati Gowa, H Ichsan Yasin Limpo, Anggota DPRD Sulsel, Hj Rismawaty Kadir Nyampa, Ketua Germas Sulsel, H Kadir Nyampa, Ketua PKK Kabupaten Gowa, Priska Paramita Adnan, para pimpinan SKPD dan camat se-Kabupaten Gowa.

Perwakilan Pemilik, Azizah Aulia yang merupakan putri H Baharuddin Lebe Dg Ngampang menjelaskan, kehadiran permandian ini merupakan cita-cita ayahandanya sejak kecil yang berawal dari modal 150 ribu rupiah pemberian kakeknya.

“Motivasi yang sangat besar itulah sehingga ayah kami Haji Baharuddin mulai merintis usaha bertani dan berdagang, sampai akhirnya mendirikan pabrik penggilangan gabah dan membuka lahan tidur menjadi lahan produktif seperti lahan pemancingan dan budi daya ikan serta obyek wisata Permandia Je’netallasa ini,” kata Azizah dihadapan ribuan orang pengunjung.

Azizah juga menambahkan bahwa usaha keluarga ini bertujuan untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat Desa Paraikatte yang dulunya terkenal dengan desa tertinggal. “Ini semua dapat terwujud atas dukungan Pemerintah Kabupaten Gowa melalui Dinas Pertanian, Dinas Pariwisata, Kantor Ketahanan Pangan dan Bank Rakyat Indonesia,” tambahnya.

Keberadaan permandian dan wahana permainan ini menurut Bupati Gowa tidak hanya dapat memberikan kesenangan kepada pengunjung tetapi lebih dari itu yakni bagaimana mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar sebagai wujud paradigma baru pariwisata yaitu “Bagaimana Pariwisata Tersebut Mendatangkan Kesejahteraan Masyarakat Sekitar”.

“Ini menandakan akselerasi perekonomian semakin baik sebab dengan kehadiran Permandian Je’netallasa diharapkan dapat menyerap tenaga kerja sehingga dapat menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan di Kabupaten Gowa,” urai Adnan.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 × = 35