SUNGGUMINASA—–Kelompok Kerja Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Anak Kabupaten Gowa menggelar pertemuan tiga bulanan di Baruga Krg Galesong, Kantor Bupati Gowa, Selasa (29/3) yang dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupan Gowa, H Muchlis.

Pertemuan yang diikuti sebanyak 101 orang peserta yang mayoritas berasal dari tenaga medis ini turut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kab Gowa, Priska Paramita Adnan, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kab Gowa, Hj Mussadiyah Rauf, Ketua DWP Kab Gowa, Hj Nurliah Muchlis, Ketua Tim EMAS Prov.Sulsel, dr Nurdin Perdana dan Kepala Dinas Kesehatan Kab Gowa, dr H Hasanuddin.

Kepala Dinas Kesehatan Kab Gowa, dr H Hasanuddin mengatakan, pertemuan hari ini merupakan pertemuan yang sangat strategis dimana Program EMAS (Expansion of Maternal dan Neonatal Survival) yang diluncurkan oleh Kementrian Kesehatan RI pada tahun 2012 akan berakhir pada Juni 2016 ini.

“Diharapkan pertemuan ini, kita semua mendapatkan gambaran tentang pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh Program EMAS bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa untuk mengevaluasi terhadap capaian dan kemajuan upaya-upaya yang dilakukan dalam rangka penurunan Angka Kematian Ibu dan Anak,” harap dr Hasanuddin dihadapan para peserta yang kebanyakan berasal dari Rumah Sakit dan Puskesmas se-Kabupaten Gowa.

Lebih lanjut, Kadis Kesehatan Gowa mengatakan, dalam penurunan angka kematian ibu dan anak ada tiga komponen besar yang dilakykan dalam program tersebut. “Sejak tahun 2013 sampai tahun 2015 terus mengalami peningkatan ketiga komponen tersebut, sehingga kalau kita memperhatikan dari proses maka apa yang telah dilakukan telah dapat meningkatkan kualitas pelayanan secara keseluruhan khususnya dalam pelayanan ibu hamil, ibu melahirkan dan bayi baru lahir,” terang Hasanuddin.

Sedangkan, peningkatan kematian tidak terkait langsung dengan masalah teknis karena beberapa kematian disebabkan karena non teknis seperti hamil terlalu muda, tidak pernah kontak dengan petugas dan masalah sosial lainnya seperti silariang, sehingga perlu kita pecahkan bersama terkait masalah-masalah tersebut. “Masalah tersebut berkontribusi cukup signifikan terhadap jumlah kematian ibu hamil setiap tahunnya yang pada tahun ini dapat diturunkan untuk ibu melahirkan mencapai jumlah 14 ibu melahirkan,” tambah Kadis Kesehatan.

Sementara itu, Sekda Gowa, H Muchlis mengatakan, dirinya lebih memilih menggunakan kata penyelamatan ibu dan bayi ketimbang angka kematian ibu dan anak yang dinilainya bersifat negatif ini menyarankan agar para Kepala Puskesmas lebih berinovasi dalam mengembangkan kepemimpinan yang baik demi meningkatkan kualitas pelayanan khususnya keselamatan bagi ibu dan anak.

“Penyelamatan bagi ibu dan anak juga sebaiknya disosialisasikan melalui materi-materi ceramah atau khutbah dari mesjid ke mesjid mengenai pemahaman terkait penyelamatan bagi ibu dan anak oleh para ustads dan juga disosialisasikan oleh Pokja PKK dan para pengurus serta kader PKK,” pesan Muchlis.(*)

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

43 − = 35