Sekda Launching Kampung Literasi di Gowa
Launching Kampung Literasi
Sekda Gowa, H Muchlis saat melaunching Kampung Literasi di Kecamatan Bontonompo. -foto/humas-

BONTONOMPO—–Setelah Pencanangan Gerakan Indonesia Membaca (GIM) di Kabupaten Gowa yang bertepatan dengan Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW “Maudu Adaka Ri Gowa”. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa melaunching Kampung Literasi Borongtala di Kecamatan Bontonompo.

Kehadiran Kampung Literasi Borongtala yang diresmikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, H Muchlis ini merupakan yang pertama di Sulawesi Selatan. Muchlis sekaligus hadir sebagai narasumber di Kampung Literasi Borongtala yang berlokasi du Kawasan Rumah Hijau Denassa (RHD) Kelurahan Tamalayyang, Kecamatan Bontonompo, Senin (12/12).

Muchlis menjelaskan bahwa sebagai daerah satu-satunya yang dijadikan lokasi belajar literasi, Kabupaten Gowa juga akan dijadikan sebagai Kabupaten Gemar Membaca.

“Dengan hadirnya Kampung Literasi ini di Gowa, kita bentuk Gowa sebagai daerah gemar membaca. Saat ini mungkin Kampung Literasi masih dimulai dari kampung, nantinya akan berkembang ke semua sekolah,” katanya dihadapan para pembina Paud dan sejumlah perwakilan Direktorat Jenderal Pembinaan pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Paud dan Dikmas Kemendikbud RI, Hamka Hamzah dan anak-anak Komunitas Membaca Rumah Hijau Denassa (RHD).

Muchlis juga mengharapakan, 10 tahun yang akan datang Gowa harus tampil sejajar dengan daerah-deerah maju lainnya terutama dalam hal tingkat membacanya.”Demi tercapainya hal tersebut, kampung literasi sendiri akan dibentuk di setiap sekolah hingga berkembang ke kecamatan- kecamatan,” pesan Sekda Gowa.

Pemerintah pun nantinya akan menyiapkan anggaran khusus dalam APBD ataupun dana bantuan dari program CSR. Data statistik UNESCO pada 2012 juga menyebutkan indeks minat baca di Indonesia baru mencapai 0,001. Artinya, dari 1.000 penduduk, hanya satu warga yang tertarik untuk membaca.

Menurut indeks pembangunan pendidikan UNESCO ini, Indonesia berada di nomor 69 dari 127 negara. Dengan demikian, rata-rata secara nasional setiap individu tidak sampai satu judul buku perorang pertahun yang dibaca.

Perwakilan Direktorat Jenderal Pembinaan pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Paud dan Dikmas Kemendikbud RI, Hamka Hamzah, juga menjelaskan jika program Kampung Literasi ini adalah program Kementerian Pendidikan dan Budaya yang juga dicanangkan di 31 provinsi di Indonesia. “Dan memang salah satu program pokok dari empat program untuk mengentaskan buta huruf atau pendidikan Keaksaraan,” ujarnya.(*)

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

− 2 = 8